Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, 14 March 2023

Membaca Bukan Menonton

Membaca lebih ke melatih mental diri sendiri, melatih imajinasi hingga memberi vitamin otak. Dijaman yang serba instan ini, manusia tidak hanya menginginkan makanan yang serba instan, tetapi juga kemampuan yang instan. Masalahnya adalah semakin kemari minat baca masyarakat sekitar semakin berkurang.

Mampu atau memiliki skil khusus tentu bukan perkara sulit saat ini, jaman dimana keterbukaan informasi, apapun bisa kita cari caranya dengan mudah, mulai dari mengatasi masalah komputer error hingga masalah hama diladang rumah. Namun memahami kenapa hal itu terjadi hingga benar-benar mengerti semua proses yang dilakukan, tidak banyak yang benar-benar faham. Hal ini bisa saja terjadi jika hanya bermodalkan tutorial instan melalui internet.

Share:

Friday, 15 October 2021

Belajarlah Untuk Tidak Salah

 

Berhentilah mecaci maki, karena itu hanya akan menyakitkan hati. Bukan kah sudah kau rasakan sakitnya teman?! Apa alasanmu untuk mencaci maki selain agar ia sakit hati, sesakit hati yang pernah kau rasakan, jika bisa malah lebih.

Marah dengannya tak mesti harus mengatainya semau kita. Kesal dibuatnya juga tak membenarkan setiap perbuatan kita untuk menyakitinya. Biarkan hal itu menjadi pembeda antara kita dengannya.

Bagi kita, mereka sangat jahat, tapi menurut mereka kitalah yang paling kejam. Bagi kita, mereka bodoh dan tak paham, tapi apa kita sadar ilmu dan pengetahuan kita bahkan lebih tipis dari kulit bawang.

Marah silahkan, tapi pastikan tanpa berkata kasar. Kesal silahkan, tapi pastikan kita selalu belajar agar kita tahu bawa kita tidak salah.

Kita memiliki hak untuk hidup dan bertahan, dan itu juga yang dilakukan mereka seperti yang kita lakukan. Jangan katakan cara mereka salah dan kita adalah benar jika pengetahuanmu adalah secuil bahkan kurang, sebab kau hanya bisa jadi memperparah keadaan.

Menanglah dengan terhormat. Perbanyaklah belajar untuk mengetahui bahwa kita tidak salah bukan untuk mengetahui cara melawan mereka.

Share:

Monday, 9 September 2019

Jalan Aja Sendiri


Seringkali kita dipaksa untuk maju dalam berbagai kondisi. Tapi kurasa bukan karena kita enggan untuk bergerak dan mau maju, bukan pula karena sarana prasarana yang membuat kita kaku, atau jangan lagi pakai alasan lingkungan dan sederet alasan dimana suatu kondisi meminta kita untuk maju.

Sebuah penyakit klasik yang merupakan sumber kebodohan yang menyebabkan berbagai hal yang kurang terpuji mungkin masih erat melekat untuk kita, yaitu MALAS. Sebuah kata dengan berbagai macam penjabaran dan penyambungan yang berujung pada hal yang kurang berkenan demi sebuah kemajuan.

Kita mulai dari tugas yang diminta oleh guru kita, dosen kita, atasan kita atau sebuah keadaan yang memaksa kita untuk menyelesaikan nya, akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mengerjakannya. Sebenernya hal sederhana yang bisa kita pelajari dari sini adalah kita akan mendapatkan satu pengetahuan baru, bahkan bisa jadi karena sebuah tugas kita bisa mendapatkan banyak penggetahuan baru. Mungkin benar awalnya kita tidak tahu, akan tetapi saat ini ada banyak cara dan media untuk mencari tahu, seakan-akan lingkungan selalu mendukung kita untuk berkembang dan maju.
Share:

Friday, 6 September 2019

Anak Kampung Milik Kampung


Aku lahir dan besar di desa, tempat tinggalku di kampung. Bagiku kota itu jauh dan mungkin indah. Banyak bangunan mewah, gedung bertingkat, jalanan aspal mulus dan segala macam label milenial.

Hidup di kampung itu, jalinan kekeluargaan adalah nomor satu, saling hormat menghormati, adat dan tata krama, itu sudah makanan kami sehari-hari. Kerja keras dan keringat, muka masam dan kulit gelap, mungkin sebagian dari identitas kami. Bahkan penampilan pun tak dapat di elakkan.

Lalu satu persatu orang kota datang ke kampung kami, melihat dan mempelajari kearifan dan cara hidup kami. Mereka mungkin terkagum-kagum dengan kesederhanaan hidup kami, tapi belakangan menggumam "kampungan".
Share:

Saturday, 1 June 2019

Dari Perjalanan ke Masjid


Sejatinya tidak ada alasan untuk seorang pria muslim tidak solat di masjid, akan tetapi teori bagikan angin yang berlalu, dan prakteknya adalah bagai menggali berlian didasar bumi. Meski bahkan tak berjarak halaman, akan tetapi itulah salah satu sifat fana seorang manusia durja.

Dalam kesendirian menelusuri perjalanan, aku kemudian berfikir. Bagaimana aku mencoba memulai ini sendiri, dari diriku sendiri dan sebagian besarnya adalah untuk diriku jua.

Share:

Tuesday, 28 May 2019

PESION

SD - SMP - SMA - KULIAH - LULUS
Itu hanyalah tahapan untuk menuju masa depan cerah (katanya), sebuah skema proses melalui jalur pendidikan, dengan harapan akhir cerita akan indah dengan sebutan kebahagiaan.

Namun kenyataanya, hingga lulus sajanapun rasa bimbang dan gelisah masih menjadi sandingan hidup merepa hari tiada henti. Apa sebenarnya yang diharapkan didalam hidup ini, dimana kebahagiaan yang dikatakan bertabur janji.

Bagi seorang pemula, rasa bimbang yang teramat sangat pun pasti menghantui. Bahkan aku pun tak patut kiranya bertutur demikian sedang aku mengalaminya. Pencarianku tiada henti, terus dan terus mencari arti hidup ini.
Share:

Tuesday, 26 February 2019

Mencari Lubang Tak Becelah

Aku memulai pencarianku saat aku masih kuliah, saat itu aku baru menyadari ternyata aku sedang mempersiapkan diri untuk mecari sesuatu. Akan tetapi yang aku tidak tahu adalah apa yang akan aku cari. Semakin aku mencari tau, semakin aku bingung dan semakin aku tau. Ya, mungkin aku mulai merada gila, tetapi sejujurnya ini sangat menggangu fikiranku. Mencari sesuatu yang akan aku cari. Apa itu yang sedang aku cari.

Seolah waktu seakan membawaku pada suatu tempat, di sebuah lubang, dalam sebuah lingkaran. Ternyata aku hanya berada didalam satu lubang dari sekian banyak lingkaran.

Share:

Sunday, 12 November 2017

Peradaban



Masih saya menemukan orang-orang yang sibuk berguru, mencari ilmu, tapi ilmu bukan sembarang ilmu. Ilmu yang dicari adalah ilmu sakti, ilmu kebal, ilmu yang supaya terlihat ganteng sama cewek idaman, ilmu biar usahanya laris manis, ilmu biar cepet diangkat jadi pegawai, ilmu tolak bala, ilmu pendatang rejeki dan ilmu yang masih banyak lagi. Masih saya temukan.
Bro, ini jaman sudah moderen. Mari kita lihat peradaban nusantara ini.
Share:

Wednesday, 8 November 2017

Philosopy Main Petak Umpet



Kalau di kampungku, namanya main "eset", aku rasa setiap daerah memiliki nama sendiri-sendiri, tapi bahasa Indonesianya adalah main petak umpet. Hampir sebagian besar anak-anak tau dengan permainan ini, tau bagaimana cara memainkannya. Main petak umpet.
Ternyata setelah aku bersar dan dewasa, kini aku mengerti, permainan petak umpet ini adalah permainan yang tidak hanya dimainkan oleh anak-anak saja, tetapi juga dimainkan oleh orang dewasa. Dan hebatnya lagi, permainan petak umpet orang dewasa peraturannya sama dengan permainan petak umpet. Dan kali ini saya akan membahas tetang permainan favorit ini.
Share:

Saturday, 28 October 2017

Aku Ingin Jadi Pengusaha




Ungkapan sederhananya adalah “Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya sukses”, tapi definisi sukses disini antara anak dengan orang tua terkadang menyilang. Selama ini, orang tua selalu membayangkan seorang anak dianggap sukses saat dia memakai baju kemeja dengan celana kain yang licin dan halus, dan penampilannya dianggap sempurna saat dia memakai dasi dan jas. Masa bodoh dengan angka yang masuk ke rekening saat akhir bulan atau slip yang diterima, itu bukan ukuran. Hal ini bagi seorang orang tua.
Share:

Sunday, 8 January 2017

Sejarah Yang Terlupakan



Saya bukannya ingin berpolitik, tapi saya juga tidak ingin tinggal diam dan hanya menonton saja tentang apa yang terjadi di Negara kita ini. Mungkin saya bukan ahlinya, tetapi inilah yang bisa saya pelajari. Jika di tanya mengapa dan kenapa, ada banyak sekali penyebab. Kekurangan kita didalam bernegara ini memang sangat banyak, mulai dari hukum gigi taring yang menghadap bawah, pemerintah kurang perpihak, hukum dapat dibeli dan banyak sekali jikalau kita bicara kejelekan Negara ini. Tetapi masalah itu semua juga dialami oleh negara-negara lain. Lalu kenapa meski demikian, mereka tetap bisa menjadi negara yang maju, besar dan disegani dunia, sedangkan kita bahakan dari tahun ke tahun seperti kwalitas negara kita menurun.
Bahkan melihat dari sisi dunia lain pun ikut berkomentar tentang keadaan ini. Mulai dari nama Negara yang tidak cocok dan harus dirubah, menunggu datangnya sang pemimpin yang telah diramalkan dan lain sebagainya. Tapi untuk semua kasus ini, saya sendiri kurang yakin.
Share:

Thursday, 26 November 2015

Jangan Tanya Kenapa Telat



Katanya, di Indonesia ada istilahnya jam karet. Saya baru tau ada jam karet itu saat kuliah. Ya, setiap kali akan mengadakan rapat dan pertemuan lainnya, dijadwalkan jam 3, tapi pas saya disana jam 3 masih sepi. Jam 4 baru kumpul semua, masih basa-basi gitu, akhirnya rapatnya baru mulai jam setengah 5. Katanya, hal ini tidak hanya berlaku dikalangan mahasiswa, bahkan sudah dibawa kekalangan pejabat dan para pegawai Negara. Jika datang telat satu jam, dianggap biasa.
Share:

Wednesday, 4 November 2015

Cerita Mantan Mahasiswa

Sekolah, kata orang masa yang paling menyenangkan adalah SMP, masa yang paling indah adalah SMA, mungkin benar. Tapi orang SMA bilang, masa bebas adalah saat kuliah, melihat mereka tidak berseragam, masuk siang, selesai kuliah bisa langsung pulang, rasanya pasti menyenangkan. Tapi saya katakana kepada kalian pembaca SMA, dan saya tunjukkan kepada kalian pembaca mahasiswa, bahwa taukah Anda apa yang saya pikirkan saat pertama kali masuk kuliah. Beberapa bulan setelah resmi dinyatakan sebagai mahasiswa, telintas dibenakku apa yang akan aku lakukan setelah lulus dari tempat ini.
Share:

Wednesday, 28 October 2015

REALITA PENDIDIKAN DAN BAYANGAN

Bicara tentang pendidikan, di Indonesia negeri kita tercinta ini, banyak orang yang telah salah persepsi. Bahkan kesalahan tersebut sudah dimulai sejak awal, tapi sayangnya tidak banyak yang menyadari hal ini. Adapun yang telah mengerti akan hal tersebut, tetapi belum ada solusi untuk merubah pola pikir yang telah tertanam, menancap keras seperti batu. Bahkan jikalaupun ada solusi, tidak mudah untuk mengubahnya bak membalik telapak tangan.
Bicara tentang pendidikan, banyak hal yang ingin dan perlu untuk dikomentari, tetapi
Share: