Showing posts with label Syair. Show all posts
Showing posts with label Syair. Show all posts

Friday, 13 December 2019

Kontrak Kerja 8 Jam



Sebenarnya kontrak kerja seroang OS (mungkin juga pegawai) hanya 8-9 jam, 
dan ini tidak termasuk blast info promo perusahaan melalui akun pribadi.
Jika tujuannya adalah minta tolong untuk sekedar blast, 
berarti saya berhak menolak dong 
Share:

Thursday, 12 December 2019

Membenton Bumi Menanam Besi

Sebenarnya tanahku itu subur, luas dan airnya berlimpah. 
Bahkan kata orang tua ditempatku, tancap tokat pun jadi. 
Itulah gambaran suburnya tanah dan ladangku.

Kenyataanya 
kesuburan itu ternyata tidak cukup memberikan kepuasan 
bagi orang yang hidup diatasnya. 
Bahkan karena kebodohan kan kecongkaannya, 
dengan bangga ia katakan pada dunia 
bahwa keuntungan lebih akan ia dapatkan dengan caranya. 
Lebih sombong lagi tatkala ia merasa 
bahwa rencananya adalah yang terbaik.
Share:

Wednesday, 11 December 2019

Melihat diri

Sebenarnya kita tidak perlu bertanya terlalu jauh siapa diri kita, 
hanya kita sadari saja seperti apa diri kita saat ini. 
Pemarahkah atau ramah, malaskah atau rajin, pesimiskah atau optimis. 
Dengan menyadari seperti apa diri kita, 
selanjutnya kita dapat mengambil tindakan 
mau jadi sepeti apa diri ini nanti.
Share:

Thursday, 5 December 2019

Catatan Tercela

Penting untuk diketahui, bahwa saya tidak berniat mengajarkan tentang keburukan apalagi tindakan kejahatan. Akan tetapi, penting tidak penting saya rasa ini cukup penting.
Banyak bahkan dari kita yang sebelum melakukan sesuatu yang tercela kita berdoa meminta perlindungan dari Allah. Lucu memang, tapi ya begitulah realitanya. Biasanya orang-orang yang seperti ini adalah orang yang berharap bisa taubat sebelum mati, atau bermimpi mati dalam melakukan sebuah kebaikan. Singkatnya, ia ada niat untuk taubat meski suatu hari kelak.
Share:

Wednesday, 4 December 2019

Jangan Bilang Sabar

Jangan mengaku sabar jika kau hanya diam
Tapi tak juga di bilang sabar jika kau terus bicara
Jangan mengaku sabar jika belum bisa menerima kritikan
Jangan mengaku sabar jika belum bisa menerima nyinyiran orang
Banyak yang bisa bicara
sayang nya tak banyak yang bisa mendengar
Banyak yang bisa komentar
tapi jarang sekali yang bisa menerima keadaan
Biarkan saja mereka bicara sepuasnya
Biarkan saja mereka bicara sekeras-kerasnya
Sakit memang walau hanya mendengar dan menerima
tapi disitulah perbedaan sesungguhnya
itulah yang membedakan kau dan dia
Toh juga tak lama lagi ia kehabisan kosa kata
dan selanjutnya tak tau mau bilang apa
Paling kalu masih bisa bicara
ia cuma mampu berkata
Pokoknya
Biacara dengan logika memang tak semaunya berkata
Berfikir dengan akal sehat memang tak seketika dapat
Diamlah walau hanya sesaat
Dengat dan perhatikan
Lampaui batas kesabaran
Sehingga dapat kau putuskan
Dengan tepat dan tak menyesal
Share:

Tuesday, 3 December 2019

Tak perlu membela yang benar

Tak perlu membela yang benar
Tegaskan saja salah jika memang salah
Kualitas seseorang itu diuji dan dibuktikan saat dihadapkan pada suatu kondisi yang tidak memihak pada dirinya. Bahkan bisa jadi resiko besar siap menghantam tak bungkam bersuara pada yang benar. Akan tetapi itulah ujian sesungguhnya.
Mudah saja teriak dengan lantang mengatakan benar diantara kebenaran. Bahkan dengan tutup mata dapat kau katakan benar pada hal yang benar. Namun demikian, akan kah dapat kau tegas pada yang salah meski ada resiko setelah nya.
Kebenaran itu tak membutuhkan pembelaan, tapi bela pada yang lemah.
Kebenaran itu tak butuh pengakuan, tapi katakan pada yang salah.
Kebenaran itu tak perlu penjelasan, tapi katakan kenapa ia berdosa.
Sebab kebenaran pasti menang sekalipun kau diam.
Resiko mengatakan yang benar paling hanya tak disukai, tapi itu bisa jadi sebab kau dihormati.
Sanksi membela yang benar paling juga dipecat, dan setelah itu pekerjaan lebih baik dan berkah pasti kau dapat.
Biarkan saja mereka mencaci hingga benci jika sebab kau tak kompromi dalam menjalani sebuah misi yang berujung pada penyesalan diri sebap kau tak sehati dalam mengerjakan hal yang keji.
Lantang dan terima saja jika kau salah lalu segera berbuah dan berbenah dan jangan pernah mau diarah ke jalan yang salah oleh merka yang tak peduli halal haram dan tak mencari nilai yang berkah.
Fajar itu datang bersama pagi
dan sore itu pergi bersama senja
Share:

Saturday, 7 September 2019

Cerita Mereka


Aku banyak mendengar cerita tentang mereka
yang disebut brandal dan nakal dahulunya
kini mereka sukses dan berjaya

Terkadang aku ingin protes kepada Tuhan
kenapa dia yang menjadi lebih bersinar
sedang aku sejak dahulu berupaya terang
apa mungkin karena cerita mereka

Dari sudut gelap cerita menggema
bagaimana mereka peduli dan tegar terhadap keluarga
orang tua dan saudaranya
Share:

Friday, 7 June 2019

Belajar Menjadi Bodoh


Aku ingin tahu aku bodoh tanpa diberitahu
aku ingin tahu aku bodoh tanpa harus menjadi pandai
aku ingin tahu aku bodoh tanpa harus salah
aku ingin tahu betapa bodohnya aku


Share:

Wednesday, 5 June 2019

Hidup Jangan Susah Tapi Perlu Belajar Susah


Bahkan tak ada satu pun orang yang ingin mengarungi lautan hidup ini dengan penuh kebimbangan, ketidakpastian, penderitaan dan kesusahan. Setiap pekerjaan dan usaha yang dilakukan adalah untuk mendapatkan hidup yang didambakan, senang, bahagia dan jauh dari masalah yang akan membuat susah.

Beberapa orang lebih memilih menikmati hasil kerjanya dan membuang jauh rasa susah nya, baginya hidup harus dinikmati sebagai hasil dari kerja keras yang dilakukan. Benar adanya, akan tetapi kita juga perlu strategi untuk menempuh badai yang pasti akan menghatam. 

Share:

Saturday, 1 June 2019

Dari Perjalanan ke Masjid


Sejatinya tidak ada alasan untuk seorang pria muslim tidak solat di masjid, akan tetapi teori bagikan angin yang berlalu, dan prakteknya adalah bagai menggali berlian didasar bumi. Meski bahkan tak berjarak halaman, akan tetapi itulah salah satu sifat fana seorang manusia durja.

Dalam kesendirian menelusuri perjalanan, aku kemudian berfikir. Bagaimana aku mencoba memulai ini sendiri, dari diriku sendiri dan sebagian besarnya adalah untuk diriku jua.

Share:

Friday, 22 February 2019

Mencari Jalan

Aku benar-benar menyadari, kadang segala sesuatunya di atas dan kadang terjatuh hingga lebih  dalam dari dasar atau lebih jauh dari palung. Menelisik perjalanan kecil yang telah ditapaki, betapa penuh liku dan luka hingga semua sampai pada saat dimana aku berada.

Ingin aku tulis semua perjalanan dan cerita yang ada dalam bidik retina mata, ingin aku tuang semua sinyal yang ada dalam sum-sum tengkorak, akan tetapi tarian jari tak mampu membahasakan semua itu, semua ungkapan dalam rasa menumpuk menjadi satu dan terus menumpuk hingga tertumpuk. Entah sampai kapan semua rasa itu dapat tercerna dengan baik.

Mereka bilang
Share: