Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, 17 May 2024

Cerita Keberhasilan

Aku pernah mengetahui cerita orang-orang hebat, orang-orang sukses, baik secara materi maupun secara pemikiran, yang mereka menjadi lebih baik, lebih bijak dalam menghadapi getir nya hidup.

Dari cerita mereka, setidaknya memiliki satu pola kesamaan. Saat mereka baru menikah, saat mereka baru punya anak, saat mereka baru pindah dari pekerjaannya, entah apapun alasannya. Mungkin karena di PHK, mungkin karena pindah tugas atau bisa jadi karena mereka keluar dan mencari pekerjaan baru, dengan harapan ingin memperbaiki keadaan.

Share:

Friday, 17 March 2023

Penipu Yang Tak Ingin Ditipu

Adalah seorang penipu yang mendapat kepercayaan dari bosnya untuk menjaga harta bosnya. Biasanya, ia sering mempermainkan bosnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi, termasuk dengan cara menipu. Bosnya pun tahu bahwa anak buahnya ini adalah penipu yang cerdik, sebab bos pun menipu dengan lebih sadis. Mungkin bagi si bos, anak buahnya yang menipu ini hanya receh biasa yang tak akan terlalu berpengaruh terhadap kekayaannya.

Share:

Friday, 15 October 2021

Belajarlah Untuk Tidak Salah

 

Berhentilah mecaci maki, karena itu hanya akan menyakitkan hati. Bukan kah sudah kau rasakan sakitnya teman?! Apa alasanmu untuk mencaci maki selain agar ia sakit hati, sesakit hati yang pernah kau rasakan, jika bisa malah lebih.

Marah dengannya tak mesti harus mengatainya semau kita. Kesal dibuatnya juga tak membenarkan setiap perbuatan kita untuk menyakitinya. Biarkan hal itu menjadi pembeda antara kita dengannya.

Bagi kita, mereka sangat jahat, tapi menurut mereka kitalah yang paling kejam. Bagi kita, mereka bodoh dan tak paham, tapi apa kita sadar ilmu dan pengetahuan kita bahkan lebih tipis dari kulit bawang.

Marah silahkan, tapi pastikan tanpa berkata kasar. Kesal silahkan, tapi pastikan kita selalu belajar agar kita tahu bawa kita tidak salah.

Kita memiliki hak untuk hidup dan bertahan, dan itu juga yang dilakukan mereka seperti yang kita lakukan. Jangan katakan cara mereka salah dan kita adalah benar jika pengetahuanmu adalah secuil bahkan kurang, sebab kau hanya bisa jadi memperparah keadaan.

Menanglah dengan terhormat. Perbanyaklah belajar untuk mengetahui bahwa kita tidak salah bukan untuk mengetahui cara melawan mereka.

Share:

Wednesday, 13 October 2021

Apakah Kebaikan Habis?

 

Entah kenapa tidak sedikit dari kita lebih mudah mencela daripada memuji. Apakah kebaikan di dunia ini kian menipis dan hampir punah sehingga begitu mudah kita mecibir dan mencela sesama manusia tanpa berfikir tekanan jiwa padanya nanti. Hanya karena mereka salah yang mungkin saja anda tidak benar lantas dapat menjadi dalil untuk melancarkan serangan bulian dan kecaman anda. Aapkah kita tidak sedang mengalami krisis moral, seperti sudah kehabisan akal untuk memperbaiki keadaan sehingga selalu menggalang penghakiman masa.

Saya yakin masing-masing dari kita pernah salah, dan apa yang anda harapkan saat anda sedang salah? Pengajaran bukan, demikian yang diharapkan mereka juga.

Tentu aku tidak sedang membela yang salah, hanya saja merasa miris melihat cara kita memvonis sebuah kesalahan dan mencibirnya habis-habisan. Membagi kesalahan yang merupakan aib orang, tak lupa pula beserta komenan yang berupa cibiran. Adakah kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan jiwa kemanusiaan. Dan tentu aku tak berharap bahkan walau sedikit bagian dari kita untuk dapat merasakan cibiran itu agar mengerti kejam dan sakitnya betapa rusak jiwa-jiwa saat ini.

Lantas apakah kebaikan di dunia ini sudah punah atau hampir habis sehingga begitu cepat sebuah berita kebencian mencuat ketimbang kebaikan seseorang. Ataukah memang selera manusia kini yang sudah bergeser dan lebih mudah mengoemtari keburukan ketimbang memuji kebaikan.

Semoga kita adalah jiwa-jiwa yang besar dan bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan hidup.

Share:

Tuesday, 12 October 2021

Perubahan Itu Menyakitkan

 

Perubahan itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Raja tua harus mati untuk turun tahta sehingga muncul raja baru. Seorang ibu harus menahan sakit bertaruh nyawa untuk menyaksikan kehidupan baru. Kekuasaan rezim harus dilawan untuk kebijakan baru. Demikianlah sekelumit perubahan yang dirasa indah namun sesungguhnya menyakitkan.

Maka kondisi ini pun harus terjadi pada diri jika ingin memperbaiki kualitas hidup. Terjaga lebih lama, membaca lebih sering, berjalan lebih jauh, mendengar lebih banyak, berusaha lebih keras, bekerja lebih giat, mencoba dan berproses hingga mereka berkata kasian sekalipun.

Bahwa perubahan itu menyakitkan.

Pemikiran dan karakter itu tercipta oleh karena himpitan masalah dan ujian hidup yang menempa bertubi-tubi. Meski kita tak sadar tubuh semakin tinggi, raga semakin kuat dan otot lengan semakin kekar, namun pikiran kita dengan sesungguhnya menyadari setiap berubahan yang terjadi oleh karena sebab yang ada.

Demikiam kesakitan itu pelu terjadi untuk menuju perubahan yang diinginkan. Juga untuk dapat merasakan nikmatnya keberhasilan setelah perjuangan.

Sebab keberhasilan itu tercapai bukan karena kebetulan atau ketidak sengajaan, namun itu merupakan suatu perubahan.

Share:

Friday, 11 September 2020

Akhir Kisah

Hidup ini bukan hanya panggung sandiwara, hidup ini bukan hanya cerita, hidup ini bukan sinetron, hidup ini akan terus membuat kita befikir dan berusaha hingga kematian itu nyata  bersama kita. Keluar dari zona nyaman, pencarian makna, berusaha dan terus berfikir, sering kali kita lakukan untuk hidup ini, memenuhi lembaran hidup dan terus seperti itu. 

Kemudian aku berfikir, bagaimana cara mengakhiri sebuah cerita dalam hidup ini dan seperti apa akhir cerita hidupku nani, entahlah.

Dongeng dan cerita yang banyak kita baca dari buku-buku, memang lebih banyak berakhir dengan akhir yang indah meskipun tidak sedikit yang berakhir dengan tidak indah. 

Share:

Friday, 28 August 2020

ELIETE dan BOZZ

Masih menghayalkan suatu hari nanti ente akan menjadi pegawai, dengan jabatan yang tidak biasa, duduk didalam kursi putar ruang sendiri, khusus, full ac, bahkan full ladys. Setiap hari atar jemput, kemana-mana selalu memakai sopir pribadi, rumah dimana-mana, selingkuhan sebagai selingan hidup dimana-mana, istri hanya sebatas formalitas saja, tak ubahnya agama hanya untuk memenuhi sebuah form pengajuan KTP saat pembuatannya saja. Terlihat sangat enak, sangat membahagiakan. Dan mungkin memang sangat enak, sangat membahagiakan bagi mereka yang memang benar-benar menikmati dunia yang seperti itu. Dan kurang lebih, dunia yang seperti inilah yang akan ente hadapi jika menjadi orang besar nanti.

Mungkin saja saat ini ente masih bilang “ane orang setia, no drug, no alcohol, no ladys, no money”, ane akan meng amiiiiiiiiin-kan. Tapi sangat sulit untuk bisa menolak situasi seperti ini, terlebih jika iman kita masih kurang, apa lagi masih belajar. Jadi ane akan memberi ente gambaran tentang dunia orang besar lagi nih pada kesempatan ini. Dan ini bukanlah ceramah, ingat, ini bukan ceramah, hanya ingin bercerita saja.

1.       Kerjasama

Share:

Thursday, 27 August 2020

Orang Tua Mengajak, Bukan Menyuruh

Tulisan ini saya buat bukan bermaksud untuk memprotes atau menyinggung orang tua manapun atau siapapun, tapi ini adalah bagian dari realita yang kita lihat sehari-hari dalam kehidupan keluarga.

Umumnya, setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi lebih baik dari mereka. Sehingga setiap orang tua sebisa mungkin memberikan yang terbaik kepada anaknya. Baik dari segi pendidikan, moral bahkan makanan. Tapi, banya dari pada orang tua yang hanya memperhatikan apa yang diberi kepada anaknya dan seperti tak menghiraukan bagaimana memberinya.

Bahkan, seorang pemabuk tidak ingin anaknya menjadi pemabuk, seorang perokok juga tidak ingin anaknya menjadi perokok, atau yang sedikit lebih ganas, seorang pencuri atau perampok tidak ingin anaknya seperti mereka. Karena mereka tau apa resiko dari semua yang mereka lakukan itu. Tapi keinginan ini hanya sebatas keinginan. Ia tidak pernah memperhatikan bagaimana agar keinginan ini benar-benar bisa terwujud.

Share:

Sunday, 22 March 2020

Diam Puncak Kemarahan



Saat kata sudah tak mampu lagi mengungkapkan, saat segala bujuk rayu sudah tak mempan untuk meminta, maka sudah tak ada lagi guna bicara.
Maka kerjakanlah segala yang ingin kau lakukan, ceritakan saja segala yang ingin kau bicarakan, teriak saja dan terus mengumpat, untuk apa aku bicara lagi, toh akhirnya aku akan berkata seperti kemarin dan kau akan menjawab seperti saat itu juga, kemudian akan kau lakukan seperti yang kau kerjakan saat ini.
Share:

Friday, 6 December 2019

Mereka yang viral

Banyak orang ingin viral, kemudian terkenal, diundang jadi bintang tamu, masuk tipi hingga mendadak kaya seperti sultan pemilik negri. Tidak sedikit yang melakukan hal-hal aneh, nyeleneh hingga kontroversi, hanya demi sebuah mimpi yang bahkan belum memiliki definisi.
Beberapa orang memang bisa viral, bahkan hingga terkenal, mungkin jadi kaya juga. Tapi tidak banyak yang bisa bertahan atas pencapaiannya, seperti orang yang kaget dan diam, tidak tahu mau berbuat apa dan tidak tau mau berkata apa sehingga kesempatan itu berlalu begitu saja. Seperti orang yang memang belum siap untuk berlari.
Share:

Sunday, 1 December 2019

Jangan Belajar Berhutang

Kebahagiaan apa lagi yang lebih berharga setelah engkau memiliki anggota badan yang utuh, istri dan anakmu ada, perutmu tidak lapar serta tak memiliki hutang.
Memiliki rumah mewah tak menjamin keluarga bahagia, memiliki mobil bagus juga bukan berarti ekonomi makmur, liburan setiap akhir pekan bukan ukuran kebahagiaan.
Sabarlah walau hanya sedikit saja, cobalah menabung dan capailah apapun yang engkau inginkan. Tidak semua bisa kita capai dengan meminjam, tidak semua bisa kita miliki dengan riba, tahanlah dirimu walau sesaat dan kau pasti juga dapat.
Share:

Saturday, 30 November 2019

Tanyakan Saja Agar Dapat Kau Katakan

Bertanya adalah sebuah tindakan yang sangat gampang untuk difikirkan akan tetapi sulit untuk di ungkapkan. Sering kali kita sangat terbatas dalam menjabarkan sebuah pertanyaan mendasar yang mengganjal pada benak kita yang butuh jawaban. Dan sebuah jawaban tak mesti harus benar, yang pasti jawaban yang diminta adalah jawaban agar tak timbul pertanyaan kembali atas tanya sebelumnya.
Bahkan sering aku tuliskan beberapa pertanyaan atas sebuah pembahasan untuk aku mintakan jawaban. Tapi seiring berjalannya pembicaraan, beberapa pertanyaan aku abaikan. Ada yang karena lupa untuk menanyakan, ada juga karena sulit mengatakan, merasa enggan untuk ditanyakan bahkan hingga merasa tak perlu ditanyakan karena sudah tahu jawaban.
Share:

Friday, 29 November 2019

Hindari Yang Terburuk atau Pilih Yang Paling Kecil

Setiap langkah memiliki resiko untuk jatuh, setiap jawaban memiliki resiko untuk salah dan hidup ini adalah memiliki resiko untuk setiap keputusannya. Tak ada yang sempurna adalah ungkapan paling sederhana untuk menyamakan itu semua.
Hidup adalah tentang bagaimana menghindari resiko paling buruk atau memilih resiko paling kecil. Hanya saja deskripsi tentang resiko untuk setiap orang berbeda. Bahkan bisa jadi reskio yang kita hadapi adalah peluang untuk mereka.
Tak mesti harus memilih resiko paling besar untuk menjadi pemenang. Sebab peluang terbaik ada tak selalu dengan resiko terburuk.
Saat kau dipecat dari pekerjaamu itu berarti kau memiliki peluang untuk dapat pekerjaan lebih layak. Saat kau menolak tanda tangan kontrak itu berarti kamu memiliki peluang untuk berkarya lebih banyak.
Apalah arti kenyang jika mulut ingin selalu mengunyah padahal makanan paling nikmat adalah saat kau lapar dan bersyukur atasnya.
Share:

Thursday, 28 November 2019

Perbaiki Kebaikan

Mungkin saya tidak berhak mengkritik para pemberi kebaikan yang tanpa memperdulikan cara dan lanjutan ceritanya. Saya tidak menyalakan niat mereka, tapi sekitarnya saya bisa berbicara dengan mereka maka demikian kata saya.
Saya mungkin belum bisa memberi banyak terhadap penerima, hanya saja saya juga tak ingin terus menerima, saya masih menanti masa sampai saya bisa berbagi rasa pada mereka seperti kalian para pemberi kebaikan.
Percayalah, kebaikan yang anda berikan itu juga diperebutkan, oleh banyak hal dan banyak orang. Sakit hati tidak ketika kebaikan yang anda berikan ternyata salah sasaran, maka lebih sakit hati mereka yang menerima dimana ia merasa seharusnya lebih berhak tapi apa jadinya jika itu hanya berlalu begitu saja baginya.
Share:

Tuesday, 10 September 2019

Bodohnya Aku Tak Bersyukur


Semakin banyak kau belajar, semakin banyak kau tahu bahwa semakin banyak kau tidak tahu. Semakin kau menyadari kebodohanmu maka sejatinya menggambarkan kau semakin pintar.

Aku tertarik untuk mempelajari banyak hal dengan harapan banyak tahu, tapi nyatanya itu membuat aku sadar semakin banyak yang aku tak tahu.

Semakin banyak aku belajar semakin banyak aku merasa salah, semakin banyak aku merasa kurang, semakin banyak aku merasa tak benar.

Aku ingin terus merasa lebih, aku tahu itu salah, aku tahu ini kurang, aku tahu bagaimana caranya, aku tahu tentang itu. Tapi apalah daya, tangan tak sampai.

Sekali lagi ini membuat aku semakin merasa tak berdaya, betapa aku tahu bagaimana tentang ini tapi mengatakannya pun aku tak sanggup, apalagi berdaya terhadapnya.

Kadang aku merasa mungkin aku lebih baik bodoh, agar aku tak tahu luasnya dunia sehingga aku tak termotivasi mengitarinya. Aku lebih baik tak tahu caranya agar mudah menjawab setiap tanya. Aku lebih baik tak tahu setiap salah agar tak ada rasa sakit yang aku pendam.

Andai aku menyadari aku tak usah merasa andai begini dan begitu. Andai aku menyadari lebih baik aku tak berandai-andai. Andai saja semua keandaian ini tak perlu ada.

Ingin rasanya kucukup kan membuka buku, ingin rasanya tak usah lagi kumenulis, ingin rasa ku hentikan tarian jari ini menari membentuk setiap huruf untuk mengungkapkan setiap resah dan rasa yang ada. Tapi mulut tak mampu bercerita, hati tak kuasa merasa.

Betapa bahagia itu sederhana, hanya selaras antara nyata dan rasa.

Share:

Monday, 9 September 2019

Jalan Aja Sendiri


Seringkali kita dipaksa untuk maju dalam berbagai kondisi. Tapi kurasa bukan karena kita enggan untuk bergerak dan mau maju, bukan pula karena sarana prasarana yang membuat kita kaku, atau jangan lagi pakai alasan lingkungan dan sederet alasan dimana suatu kondisi meminta kita untuk maju.

Sebuah penyakit klasik yang merupakan sumber kebodohan yang menyebabkan berbagai hal yang kurang terpuji mungkin masih erat melekat untuk kita, yaitu MALAS. Sebuah kata dengan berbagai macam penjabaran dan penyambungan yang berujung pada hal yang kurang berkenan demi sebuah kemajuan.

Kita mulai dari tugas yang diminta oleh guru kita, dosen kita, atasan kita atau sebuah keadaan yang memaksa kita untuk menyelesaikan nya, akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mengerjakannya. Sebenernya hal sederhana yang bisa kita pelajari dari sini adalah kita akan mendapatkan satu pengetahuan baru, bahkan bisa jadi karena sebuah tugas kita bisa mendapatkan banyak penggetahuan baru. Mungkin benar awalnya kita tidak tahu, akan tetapi saat ini ada banyak cara dan media untuk mencari tahu, seakan-akan lingkungan selalu mendukung kita untuk berkembang dan maju.
Share:

Sunday, 8 September 2019

Belajar Dari Menabung


Pelajaran paling sederhana dari menabung adalah tentang komitmen, keputusan hingga menepati janji. Tentunya setelah kesadaran diri sendiri tentang pentingnya menabung, maka selanjutnya kita akan mencoba membuat janji dengan diri kita sendiri bahwa kita telah memutuskan untuk menabung dan berkomitmen atas janji tersebut.

Menabung juga akan mengajarkan kita tentang ego, menguasai emosi hingga memilah dan memilih yang terbaik. Sering kali saat kita menjadi manusia beruang, kita tidak memiliki rencana yang baik untuk mempergunakan uang tersebut, sehingga kita pun tiada beban memakainya. Akan tetapi disinilah kita harus belajar tentang bagaimana memilah dan memilih sesuatu yang benar-benar akan mendatangkan lebih banyak kebaikan bagi diri kita sendiri. Sering kali kita dihadapkan pada sebuah pilihan tanpa bandingan yang sebenarnya itu lahir dari ego kita, kemudian hanya sedikit terdapat manfaat darinya atas diri kita sendiri.
Share:

Friday, 6 September 2019

Anak Kampung Milik Kampung


Aku lahir dan besar di desa, tempat tinggalku di kampung. Bagiku kota itu jauh dan mungkin indah. Banyak bangunan mewah, gedung bertingkat, jalanan aspal mulus dan segala macam label milenial.

Hidup di kampung itu, jalinan kekeluargaan adalah nomor satu, saling hormat menghormati, adat dan tata krama, itu sudah makanan kami sehari-hari. Kerja keras dan keringat, muka masam dan kulit gelap, mungkin sebagian dari identitas kami. Bahkan penampilan pun tak dapat di elakkan.

Lalu satu persatu orang kota datang ke kampung kami, melihat dan mempelajari kearifan dan cara hidup kami. Mereka mungkin terkagum-kagum dengan kesederhanaan hidup kami, tapi belakangan menggumam "kampungan".
Share:

Saturday, 1 June 2019

Dari Perjalanan ke Masjid


Sejatinya tidak ada alasan untuk seorang pria muslim tidak solat di masjid, akan tetapi teori bagikan angin yang berlalu, dan prakteknya adalah bagai menggali berlian didasar bumi. Meski bahkan tak berjarak halaman, akan tetapi itulah salah satu sifat fana seorang manusia durja.

Dalam kesendirian menelusuri perjalanan, aku kemudian berfikir. Bagaimana aku mencoba memulai ini sendiri, dari diriku sendiri dan sebagian besarnya adalah untuk diriku jua.

Share:

Thursday, 30 May 2019

MEMPROTES TUHAN


Suatu ketika saat aku bertemu temanku di pinggir sungai. Aku tahu ia baru saja lulus dari sekolah menengah atas, dan saat ini ia sedang bekerja di sebuah perusahaan yang baru berkembang di dekat kampung kami. Saat itu ia di telpon oleh seseorang - mungkin bosnya, lalu kami mendengar percakapan mereka dari loud speaker hapenya.

Dari percakapan tersebut, ia diminta untuk membawa beberapa orang yang sekiranya bisa bekerja di tempat bosnya. Lalu tawaran itu diberikan kepada seseorang di antara kami sebelum ia mencari orang lain, hanya saja teman itu masih meragukan kemampuannya untuk bekerja di tempat bos teman kami ini.

Share: