Bicara tentang pendidikan, di Indonesia negeri kita tercinta ini, banyak orang yang telah salah persepsi. Bahkan kesalahan tersebut sudah dimulai sejak awal, tapi sayangnya tidak banyak yang menyadari hal ini. Adapun yang telah mengerti akan hal tersebut, tetapi belum ada solusi untuk merubah pola pikir yang telah tertanam, menancap keras seperti batu. Bahkan jikalaupun ada solusi, tidak mudah untuk mengubahnya bak membalik telapak tangan.
Bicara tentang pendidikan, banyak hal yang ingin dan perlu untuk dikomentari, tetapi
akan tak berarti sama sekali saat tak diimbangi dengan perbuatan yang tulus dari hati nurani. Salah satu yang ingin saya bagi disini adalah tentang cita-cita.
Ya, sedari kecil kita sudah dihujani dengan pertanyaan “Kalau besar nanti, kamu mau jadi apa ?”, belum lagi pertanyaan disekolah seperti “Apa cita-citamu ?”, “Tulislah cita-citamu !” dan masih banyak kalimat-kalimat sejenis. Belum lagi orang tua kita yang selalu bilang “Kelak kamu harus jadi Polisi” ada juga yang bilang “Jika sudah besar nanti, kamu akan saya sekolahkan agar menjadi dokter” dan lain sebagainya.
Apa hal itu salah ?? sama sekali tidak, sekali lagi tidak.
Namun pertanyaan seperti ini selalu kita jumpai di setiap kelas kita, setiap sekolah, setiap kali perkenalan, setiap ada kelompok atau semacamnya. Akhirnya apa?? Kita sekolah, belajar, jauh-jauh, menghabiskan banyak biaya, mengorbankan tenaga waktu dan fikiran, untuk apa ??, banyak yang dari kita salah menjawab perntanyaan ini.
Percaya atau tidak saat banyak dari kita ditanyai “Kenapa kamu sekolah”, “Kenapa kamu belajar”, “Kenapa sekolah jauh-jauh” dan lain sebagainya, maka jawabannya adalah rata-rata untuk menjadi polisi, agar bisa jadi dokter, mau jadi guru, mau jadi ini, mau jadi seperti itu dan lain-lain.
Dan apakah hal ini salah?? Tidak, sekali lagi tidak.
Tapi, adanya hal ini membuat kita lupa akan dasar sebuah pendidikan. Ya, belajar, sekolah dan sejensinya, sekali-kali hal ini bukanlah untuk menggapai cita-cita, bukan untuk menjadi ini dan itu, tapi yakinkah anda bahwa belajar itu adalah kebutuhan kita, kebutuhan dasar seorang manusia.
Belajar, sekolah adalah kebutuhan kita. Menghabiskan banyak biaya, pergi sekolah jauh, masuk sekolah ini, jurusan itu, ikut kursusu ini dan itu, semua itu adalah cara untuk belajar, belajar dan mempelajari apa yang kita suka.
Dan menjadi polisi, jadi dokter, guru, atau bahkan si jenius sekalipun, itu adalah salah satu hasil kita belajar, salah satu manfaat dari sejuta manfaat lainnya.
Dikarenakan banyak dari kita yang berfikit bahwa sekolah adalah untuk menjadi ini, untuk menjadi itu, agar bisa menggapai cita-cita, dan hal ini terus dan terus ditanampak dalam pola pikir kita, terlebih para orang tua kita yang selalu membimbing kita belajar, sekolah demi menggapai cita-cita kita, akibatnya apa?? Dan apabila cita-cita itu tidak tercapai atau belum terwujud – seperti yang diinginkan, yang ditulis dalam kolom cita-cita – maka stress berat, frustasi, kadang juga malu karena sudah sekolah jauh-jauh, menghabiskan banyak biaya, lelah dan ternyata sekarang tidak menjadi seperti yang diinginkan.
Ternyata kita telah lupa hakitak pendidikan, belajar dan sekolah, bahwa itu adalah kebutuhan kita, itu adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia.
Maka, sekali-kali belajar, sekolah bukanlah untuk menggapai cita-cita, tetapi ini adalah kebutuhan kita.
0 komentar:
Post a Comment