Masih saya menemukan orang-orang
yang sibuk berguru, mencari ilmu, tapi ilmu bukan sembarang ilmu. Ilmu yang
dicari adalah ilmu sakti, ilmu kebal, ilmu yang supaya terlihat ganteng sama
cewek idaman, ilmu biar usahanya laris manis, ilmu biar cepet diangkat jadi
pegawai, ilmu tolak bala, ilmu pendatang rejeki dan ilmu yang masih banyak
lagi. Masih saya temukan.
Bro, ini jaman sudah moderen. Mari
kita lihat peradaban nusantara ini.
Pertama, dulu adalah peradaban
masa pendekar. Masa pendekar ini adalah masa-masa berkelana mencari ilmu-ilmu
sakti, mencari guru ke gunung-gunung tinggi dan dengan berjalan kaki atau naik
kuda. Bahkan pada masa peradaban pendekar ini, indonesia mungkin belum bernama
indonesia tapi setiap kerajaan bisa dikatakan sejahtera.
Kemudian masa penjajahan, ini
adalah masa-masa kebodohan Indonesia. Anda tau kenapa indonesia dijajah begitu
lama, Indonesia dijajah lebih dari tiga setengah abad bro karena masih banyak
negera lain yang menjajah Indonesia.
Lalu pernahkah anda bertanya kenapa Indonesia ini dijajah begitu lama,
bukan karena rakyaknya bodoh bro, tapi lebih dari itu. Entah anda percaya atau
tidak, Indonesia dijajah begitu lama karena rakyatnya nyaman dengan penjajahan
yang dideritanya. Lalu kebodohan apa lagi ini, yang nyaman dengan penderitaan
yang mereka alami. Mungkin karena sudah terbiasa makanya merasa nyaman dengan
semua kepahitan yang di telan.
Saya tidak ingin menjelekkan
Negara saya sendiri, tapi kalau anda bertanya kepada tetua dahulu, mereka akan
menjawab saya lebih senang dengan masa lalu saya, makanan saya dikasi gratis,
harga pangan murah dan lain sebagainya. Padahal makanan yang dikasi adalah
sedikit dari manannya yang dirampas. Mereka dikasih benih dan disuruh tanam
hingga panen, kemudian hasilnya diambil. Itulah masa-masa tragis Negara kita
ini.
Kemudian era milenium, ini adalah
era dimana sudah mulai moderen. Rambut kribo sudah tidak terlalu tenar, baju
yang mengembang besar dan longgar meski itu sebenarnya lebih baik sudah mulai
terlihat cupu dan jadul. Era milenium ditandai dengan adanya mesin-mesin yang
mulai menggatikan peran manusia, seperti mesin bajak sawah, mesin pompa air,
mesin giling dan banyak lagi.
Dan saat ini, namanya adalah era
digital. Ya, namanya era digital. Jika dulu orang jualan masih keliling
kampoeng, teriak sana teriak sini, kini anda hanya tinggal dirumah, foto barang
yang dijual, upload, ada pembeli dan kirim.
Jika anda lapar tinggal telpon,
tinggal pesan. Anda ingin berbicara dengan sana saudara ada banyak meida selain
telpon, ada namwanya video call, pesan text digital dan tidak perlu memakai pos
lagi.
Tapi yang membuat saya hera dengan
kemjuan jaman seperti saat ini adalah masih ada orang yang sibuk berguru
mencari ilmu untuk membuat dirinya hebat.
Coba, mereka mencari ilmu supaya
gadis pujaan bisa dia dapetin. Bukan gitu caranya bro, cewek sekarang itu sudah
sangat mudah ditebak keinginannya, tinggal anda sebut, berapa modal yang anda
punya, apa yang anda bawa, jadi cewek-cewek itu juga ada standarnya sendiri.
Kemudian masih mencari ilmu
pengelaris, bukan begitu juga broo, meskipun masih banyak yang laris gara-gara
ilmu seperti ini. Tapi jika anda ingin usaha anda laris manis, makan anda harus
berani tampil beda dan berani menghadapi resiko.
Dan jika anda ingin cepat jadi
pegawai, bukan dengan memberikan ajian-ajian khusus pada atasan ente, tapi
memang anda harus pintar. Kenapa, karena jika anda menjadi pegawai dengan
ajian-ajian tersebut, orang yang akan anda hadi nantinya adalah orang-orang
yang anti ajian yang sudah sangat pintar, bahkan lebih pintar dari bos anda.
Masih sibuk mencari ilmu-ilmu
seperti itu.
Belajar lebih penting broo.
Sekolah makanya.

0 komentar:
Post a Comment