Sunday, 12 November 2017

Peradaban



Masih saya menemukan orang-orang yang sibuk berguru, mencari ilmu, tapi ilmu bukan sembarang ilmu. Ilmu yang dicari adalah ilmu sakti, ilmu kebal, ilmu yang supaya terlihat ganteng sama cewek idaman, ilmu biar usahanya laris manis, ilmu biar cepet diangkat jadi pegawai, ilmu tolak bala, ilmu pendatang rejeki dan ilmu yang masih banyak lagi. Masih saya temukan.
Bro, ini jaman sudah moderen. Mari kita lihat peradaban nusantara ini.

Pertama, dulu adalah peradaban masa pendekar. Masa pendekar ini adalah masa-masa berkelana mencari ilmu-ilmu sakti, mencari guru ke gunung-gunung tinggi dan dengan berjalan kaki atau naik kuda. Bahkan pada masa peradaban pendekar ini, indonesia mungkin belum bernama indonesia tapi setiap kerajaan bisa dikatakan sejahtera.
Kemudian masa penjajahan, ini adalah masa-masa kebodohan Indonesia. Anda tau kenapa indonesia dijajah begitu lama, Indonesia dijajah lebih dari tiga setengah abad bro karena masih banyak negera lain yang menjajah Indonesia.  Lalu pernahkah anda bertanya kenapa Indonesia ini dijajah begitu lama, bukan karena rakyaknya bodoh bro, tapi lebih dari itu. Entah anda percaya atau tidak, Indonesia dijajah begitu lama karena rakyatnya nyaman dengan penjajahan yang dideritanya. Lalu kebodohan apa lagi ini, yang nyaman dengan penderitaan yang mereka alami. Mungkin karena sudah terbiasa makanya merasa nyaman dengan semua kepahitan yang di telan.
Saya tidak ingin menjelekkan Negara saya sendiri, tapi kalau anda bertanya kepada tetua dahulu, mereka akan menjawab saya lebih senang dengan masa lalu saya, makanan saya dikasi gratis, harga pangan murah dan lain sebagainya. Padahal makanan yang dikasi adalah sedikit dari manannya yang dirampas. Mereka dikasih benih dan disuruh tanam hingga panen, kemudian hasilnya diambil. Itulah masa-masa tragis Negara kita ini.
Kemudian era milenium, ini adalah era dimana sudah mulai moderen. Rambut kribo sudah tidak terlalu tenar, baju yang mengembang besar dan longgar meski itu sebenarnya lebih baik sudah mulai terlihat cupu dan jadul. Era milenium ditandai dengan adanya mesin-mesin yang mulai menggatikan peran manusia, seperti mesin bajak sawah, mesin pompa air, mesin giling dan banyak lagi.
Dan saat ini, namanya adalah era digital. Ya, namanya era digital. Jika dulu orang jualan masih keliling kampoeng, teriak sana teriak sini, kini anda hanya tinggal dirumah, foto barang yang dijual, upload, ada pembeli dan kirim.
Jika anda lapar tinggal telpon, tinggal pesan. Anda ingin berbicara dengan sana saudara ada banyak meida selain telpon, ada namwanya video call, pesan text digital dan tidak perlu memakai pos lagi.
Tapi yang membuat saya hera dengan kemjuan jaman seperti saat ini adalah masih ada orang yang sibuk berguru mencari ilmu untuk membuat dirinya hebat.
Coba, mereka mencari ilmu supaya gadis pujaan bisa dia dapetin. Bukan gitu caranya bro, cewek sekarang itu sudah sangat mudah ditebak keinginannya, tinggal anda sebut, berapa modal yang anda punya, apa yang anda bawa, jadi cewek-cewek itu juga ada standarnya sendiri.
Kemudian masih mencari ilmu pengelaris, bukan begitu juga broo, meskipun masih banyak yang laris gara-gara ilmu seperti ini. Tapi jika anda ingin usaha anda laris manis, makan anda harus berani tampil beda dan berani menghadapi resiko.
Dan jika anda ingin cepat jadi pegawai, bukan dengan memberikan ajian-ajian khusus pada atasan ente, tapi memang anda harus pintar. Kenapa, karena jika anda menjadi pegawai dengan ajian-ajian tersebut, orang yang akan anda hadi nantinya adalah orang-orang yang anti ajian yang sudah sangat pintar, bahkan lebih pintar dari bos anda.
Masih sibuk mencari ilmu-ilmu seperti itu.
Belajar lebih penting broo.
Sekolah makanya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment