Tuesday, 10 September 2019

Bodohnya Aku Tak Bersyukur


Semakin banyak kau belajar, semakin banyak kau tahu bahwa semakin banyak kau tidak tahu. Semakin kau menyadari kebodohanmu maka sejatinya menggambarkan kau semakin pintar.

Aku tertarik untuk mempelajari banyak hal dengan harapan banyak tahu, tapi nyatanya itu membuat aku sadar semakin banyak yang aku tak tahu.

Semakin banyak aku belajar semakin banyak aku merasa salah, semakin banyak aku merasa kurang, semakin banyak aku merasa tak benar.

Aku ingin terus merasa lebih, aku tahu itu salah, aku tahu ini kurang, aku tahu bagaimana caranya, aku tahu tentang itu. Tapi apalah daya, tangan tak sampai.

Sekali lagi ini membuat aku semakin merasa tak berdaya, betapa aku tahu bagaimana tentang ini tapi mengatakannya pun aku tak sanggup, apalagi berdaya terhadapnya.

Kadang aku merasa mungkin aku lebih baik bodoh, agar aku tak tahu luasnya dunia sehingga aku tak termotivasi mengitarinya. Aku lebih baik tak tahu caranya agar mudah menjawab setiap tanya. Aku lebih baik tak tahu setiap salah agar tak ada rasa sakit yang aku pendam.

Andai aku menyadari aku tak usah merasa andai begini dan begitu. Andai aku menyadari lebih baik aku tak berandai-andai. Andai saja semua keandaian ini tak perlu ada.

Ingin rasanya kucukup kan membuka buku, ingin rasanya tak usah lagi kumenulis, ingin rasa ku hentikan tarian jari ini menari membentuk setiap huruf untuk mengungkapkan setiap resah dan rasa yang ada. Tapi mulut tak mampu bercerita, hati tak kuasa merasa.

Betapa bahagia itu sederhana, hanya selaras antara nyata dan rasa.

Share:

0 komentar:

Post a Comment