Semakin banyak kau belajar, semakin banyak kau tahu bahwa
semakin banyak kau tidak tahu. Semakin kau menyadari kebodohanmu maka sejatinya
menggambarkan kau semakin pintar.
Aku tertarik untuk mempelajari banyak hal dengan harapan
banyak tahu, tapi nyatanya itu membuat aku sadar semakin banyak yang aku tak
tahu.
Semakin banyak aku belajar semakin banyak aku merasa salah,
semakin banyak aku merasa kurang, semakin banyak aku merasa tak benar.
Aku ingin terus merasa lebih, aku tahu itu salah, aku tahu
ini kurang, aku tahu bagaimana caranya, aku tahu tentang itu. Tapi apalah daya,
tangan tak sampai.
Sekali lagi ini membuat aku semakin merasa tak berdaya,
betapa aku tahu bagaimana tentang ini tapi mengatakannya pun aku tak sanggup,
apalagi berdaya terhadapnya.
Kadang aku merasa mungkin aku lebih baik bodoh, agar aku tak
tahu luasnya dunia sehingga aku tak termotivasi mengitarinya. Aku lebih baik
tak tahu caranya agar mudah menjawab setiap tanya. Aku lebih baik tak tahu
setiap salah agar tak ada rasa sakit yang aku pendam.
Andai aku menyadari aku tak usah merasa andai begini dan
begitu. Andai aku menyadari lebih baik aku tak berandai-andai. Andai saja semua
keandaian ini tak perlu ada.
Ingin rasanya kucukup kan membuka buku, ingin rasanya tak
usah lagi kumenulis, ingin rasa ku hentikan tarian jari ini menari membentuk
setiap huruf untuk mengungkapkan setiap resah dan rasa yang ada. Tapi mulut tak
mampu bercerita, hati tak kuasa merasa.
Betapa bahagia itu sederhana, hanya selaras antara nyata dan
rasa.
0 komentar:
Post a Comment