Saat kata sudah tak mampu lagi mengungkapkan, saat segala bujuk rayu sudah tak mempan untuk meminta, maka sudah tak ada lagi guna bicara.
Maka kerjakanlah segala yang ingin kau lakukan, ceritakan saja segala yang ingin kau bicarakan, teriak saja dan terus mengumpat, untuk apa aku bicara lagi, toh akhirnya aku akan berkata seperti kemarin dan kau akan menjawab seperti saat itu juga, kemudian akan kau lakukan seperti yang kau kerjakan saat ini.
Sayang, kau tak mengerti bahasa alam, atau kau sengaja diam karna ku diam. Dan tak ada yang berubah, semua seprti tak ada yang salah.
Kan ku tunaikan segala kewajiban ku, kuberikan apa yang seharusnya menjadi milikmu, meski aku tak dapat sesuatu yang jadi hakku atau hanya sedikit dari itu.
Ku ingin menyadarkanmu, tapi apa harus aku lakukan. Bahkan saat aku bicarapun semua tak mempan. Aku lakukan sebagai sebuah perumpamaan, tapi tetap saja dengan segala alasan dan pembenaranmu aku jua yang harus menyesuaikan.
Baiklah, mungkin memang aku yang harus menyesuaikan, sekalipun rasa dalam dada ingin membrontak dan protes keras. Namun tentu semua itu tak boleh aku lakukan, karena aku yang harus menyesuaikan. Maka aku mulai dengan dalam diam, sampai suatu saat aku temukan jalan.
0 komentar:
Post a Comment