Saat saya lewat
dibeberapa rumah dengan tembok tinggi menjulang, bahkan beberapa rumah tersebut
memakai trali bak seperti tembok istana, mungkin penjara. Terlihat begitu
tinggi dan mewah bahkan megah. Kemudian saat pintu gerbang tembok besar itu
terbuka, terlihat dengan jelas dari luar bahwa halaman rumah tersebut sangat
bersih. Dalam beberapa kondisi saya juga sering menemukan ibu-ibu sedang
membersihkan halaman rumahnya, dan terlihat begitu bersih.
Terkadang banyak
juga orang sengaja membangung tembok tinggi-tinggi pada halaman rumahnya. Kalau
ditanya kenapa, ada banyak alasan, mulai dari alasan keamanan hingga alasan
kebersihan. Tapi yang ingin saya komentari adalah alasan kebersihan.
Benar adanya,
dengan membatasi rumah anda dengan tembok tinggi itu, halaman didalamnya
menjadi terlihat bersih dan rapi. Hampir setiap hari anda menyapu rumah anda,
dan semua sampah dapur anda juga terbungkus dengan rapi. Yang ingin saya
tanyakan adalah, kok bisa rumah anda sebersih itu, lalu kemana sampah rumah
tangga anda.
Mari kita
perjelas.
Selama ini yang
dilakukan adalah sampah-sampah tersebut dikumpulkan disatu tempat. Atau dibuang
di satu tempat. Jika anda hidup diperkotaan atau perumahaan, maka tukang sampah
akan selalu menjemput sampah rumah anda. Dan jika anda seperti saya hidup
diperkampungan, maka anda akan membuang dengan sendiri sampah-sampah tersebut.
Wahai para
penghuni rumah. Dari balik dapur tempat kita memasak makanan yang enak dan
lezat untuk disantap setiap harinya, dengan entengnya kita hanya tinggal bukan
keran atau tinggal tuangkan ke selokan sisa-sisa sampah rumahan itu. Mulai dari
sisa hasil cucui piring, ditambah lagi beberapa tulang ayam atau ikan yang
semula tidak bisa masuk selokan tapi dipaksa dan terus dipaksa hingga hanyut
dibawa air.
Kemudian dari
dalam kamar mandi saat anda dengan entengnya membuang bungkus shampoo atau
sabun anda ke selokan, sisa busa cucian anda dialirkan begitu saja. Bahkan ini
dilakukan hampir setiap hari.
Dan
sampah-sampah kecil yang sering kita sapu, dedaunan yang bersarakan dirumah,
kemudian dimasukkan kedalam tongsampah atau plastik dan dibuang ke suatu
tempat.
Dan selama ini
kita telah melakukan pembersihan halaman. Ya, halaman rumah anda saja. Hanya
halaman rumah anda saja. Kemudian semua sampah itu anda buang keluar halaman
atau mungkin anda tidak tahu kemana sampah anda setelah semuanya hanyut dibawa
air dan tukang sampah.
Sadarkah kita
bahwa secara tidak langsung kita telah melakukan pencemaran lingkungan. Tidak
heran jika banjir dimana-mana, ironisnya kekeringan juga melanda meski disatu
daerah kebanjiran. Tidak cukup sampai disitu, lahan yang awalnya subur dari
tahun ke tahun mengalami penurunan hasil panen, bahkan tidak jarang gagal panen
pun terjadi, diserang hama dan lain sebagainya.
Tidak lain dan
tidak bukan adalah ulah kaki tangan kita sendiri, mencemari lingkungan bahkan
air yang dipakai untuk mengairi tanaman dan sayuran.
Yang kita
lakukan selaman ini hanyalah membersihkan halaman, halaman rumah saja. Kemudian
seperti tidak mau tau apa yang terjadi di tempat sampah sana, entah itu mau
menggunung, mau menumpuk, mau busuk atau apa lah, seperti terserah.
Seharunya, yang
kita lakukan adalah menjaga, merawat dan membersihkan lingkungan, bukan cuma
halaman. Harus lingkungan, bukan cuma halaman rumah anda saja, tetapi
lingkungan yaitu rumah anda dan yang ada disekitarnya.
Tapi jauh dari
itu semua, kita juga perlu membersihkan lingkungan kita dari penyakit-penyakit
korpusi, zina, dan saling melecehkan.
GO GREEN, GO
Indonesia Bersih.
0 komentar:
Post a Comment