Friday, 22 April 2016

Bersihkan Lingkungan Bukan Cuma Halaman


Saat saya lewat dibeberapa rumah dengan tembok tinggi menjulang, bahkan beberapa rumah tersebut memakai trali bak seperti tembok istana, mungkin penjara. Terlihat begitu tinggi dan mewah bahkan megah. Kemudian saat pintu gerbang tembok besar itu terbuka, terlihat dengan jelas dari luar bahwa halaman rumah tersebut sangat bersih. Dalam beberapa kondisi saya juga sering menemukan ibu-ibu sedang membersihkan halaman rumahnya, dan terlihat begitu bersih.

Terkadang banyak juga orang sengaja membangung tembok tinggi-tinggi pada halaman rumahnya. Kalau ditanya kenapa, ada banyak alasan, mulai dari alasan keamanan hingga alasan kebersihan. Tapi yang ingin saya komentari adalah alasan kebersihan.
Benar adanya, dengan membatasi rumah anda dengan tembok tinggi itu, halaman didalamnya menjadi terlihat bersih dan rapi. Hampir setiap hari anda menyapu rumah anda, dan semua sampah dapur anda juga terbungkus dengan rapi. Yang ingin saya tanyakan adalah, kok bisa rumah anda sebersih itu, lalu kemana sampah rumah tangga anda.
Mari kita perjelas.
Selama ini yang dilakukan adalah sampah-sampah tersebut dikumpulkan disatu tempat. Atau dibuang di satu tempat. Jika anda hidup diperkotaan atau perumahaan, maka tukang sampah akan selalu menjemput sampah rumah anda. Dan jika anda seperti saya hidup diperkampungan, maka anda akan membuang dengan sendiri sampah-sampah tersebut.
Wahai para penghuni rumah. Dari balik dapur tempat kita memasak makanan yang enak dan lezat untuk disantap setiap harinya, dengan entengnya kita hanya tinggal bukan keran atau tinggal tuangkan ke selokan sisa-sisa sampah rumahan itu. Mulai dari sisa hasil cucui piring, ditambah lagi beberapa tulang ayam atau ikan yang semula tidak bisa masuk selokan tapi dipaksa dan terus dipaksa hingga hanyut dibawa air.
Kemudian dari dalam kamar mandi saat anda dengan entengnya membuang bungkus shampoo atau sabun anda ke selokan, sisa busa cucian anda dialirkan begitu saja. Bahkan ini dilakukan hampir setiap hari.
Dan sampah-sampah kecil yang sering kita sapu, dedaunan yang bersarakan dirumah, kemudian dimasukkan kedalam tongsampah atau plastik dan dibuang ke suatu tempat.
Dan selama ini kita telah melakukan pembersihan halaman. Ya, halaman rumah anda saja. Hanya halaman rumah anda saja. Kemudian semua sampah itu anda buang keluar halaman atau mungkin anda tidak tahu kemana sampah anda setelah semuanya hanyut dibawa air dan tukang sampah.
Sadarkah kita bahwa secara tidak langsung kita telah melakukan pencemaran lingkungan. Tidak heran jika banjir dimana-mana, ironisnya kekeringan juga melanda meski disatu daerah kebanjiran. Tidak cukup sampai disitu, lahan yang awalnya subur dari tahun ke tahun mengalami penurunan hasil panen, bahkan tidak jarang gagal panen pun terjadi, diserang hama dan lain sebagainya.
Tidak lain dan tidak bukan adalah ulah kaki tangan kita sendiri, mencemari lingkungan bahkan air yang dipakai untuk mengairi tanaman dan sayuran.
Yang kita lakukan selaman ini hanyalah membersihkan halaman, halaman rumah saja. Kemudian seperti tidak mau tau apa yang terjadi di tempat sampah sana, entah itu mau menggunung, mau menumpuk, mau busuk atau apa lah, seperti terserah.
Seharunya, yang kita lakukan adalah menjaga, merawat dan membersihkan lingkungan, bukan cuma halaman. Harus lingkungan, bukan cuma halaman rumah anda saja, tetapi lingkungan yaitu rumah anda dan yang ada disekitarnya.
Tapi jauh dari itu semua, kita juga perlu membersihkan lingkungan kita dari penyakit-penyakit korpusi, zina, dan saling melecehkan.
GO GREEN, GO Indonesia Bersih.
Share:

0 komentar:

Post a Comment