Banyak media memberitakan bahawa 2023 akan terjadi Resesi. Arti lebih dalam resesi, silahkan google sendiri lah, tapi intinya adalah akan terjadi krisis ekonomi yang besar, skala global bahkan. Tapi lain sisi, tidak sedikit yang berpendapat bahwa Indonesia akan mampu bertahan dalam apabila resesi itu terjadi. Dengan berbagai pertimbangan tentunya, yang intinya mereka memperkirakan Indonesia mampu bertahan bahkan bisa jadi Indonesia menjadi pemasok ekonomi dunia.
Jika melihat perkembangan saat ini, bisa saja anggapan Indonesia akan menjadi pemain ekonomi duni yang penting itu nyata. Bisa kita lihat, beberapa waktu lalu acara G20 diselenggarakan di Indonesia. Belum lagi sejumlah agenda Internasional banyak diselenggarakan di Indonesia, mulai dari MotoGP, bahkan hingga direncanakan untuk Piala Dunia Junior.
Indonesia juga dianggap mampu bertahan dari resesi lantaran mampu suplay kebutuhan ekonomi sendiri, setidaknya tidak terlalu bergantung kepada kebutuhan pokok import.
Menghadapi resesi, banyak pula yang memberi semacam tutorial mulai dari manajemen keuangan pribadi, tips menabung, investasi bahkan bagaimana mencari penghasilan tambahan. Tapi diantara semua hal tersebut, masih sangat minim kampanye tentang literasi. Bahkan generasi saat ini lebih tertarik menonton video singkat daripada membaca buku saku. Kemajuan jaman membuat kita merasa lebih membutuhkan kuota internet ketimbang bagaimana membeli buku baru.
Berbicara masalah literasi, habit saat ini sejujurnya menimbulkan sedikit kehawatiran tentang masa depan, baik untuk diri saya, generasi saya maupun orang-orang disekitaran saya bahkan negara. Sedikit sekali yang memperhatikan, bahwa kita bukan hanya kekurangan bacaan, tapi juga kurang penulis yang dapat menyebarkan bacaan. Barang kali, penulis pun enggan menulis lantaran karyanaya tidak mendapat banyak perhatian.
Tahukan anda bahwa Indonesia menjadi negara dengan minta literasi nomor 10 dari 11 negara di Asean, Indonesia menjadi negara yang berada diurutan juru kunci dalam minat baca skala dunia. Indonesia hanya mampu menyediakan 2juta buku pertahun untuk 270juta rakyatnya.
Lalu kita berbicara tentang resesi 2023, hanya peduli bagaimana bertahan dengan materi dan mencari penghasilan tambahan, namun otak kandas dalam pengetahuan khususnya literasi. Mungkin sangat wajar jika banyak orang pintar namun sedikit nurani, lantaran orientasi kita sudah berubah, semua tentang materi. Seperti percuma punya banyak pengetahuan dan otak cerdas namun tidak dapat menghasilkan uang.
Membaca itu penting, sebab membaca melatih kita dalam banyak hal. Imaginasi, wawasan, kemampuan melihat dari berbagai sudut pandang, meningkatkan kapasitas otak, meningkatkan kemampuan berbicara, menulis dan lain sebagainya. Inilah salah satu cara kita untuk menghadapi resesi 2023, yakni tingkatkan minat baca, perbanyak refresni, dan terus belajar.
0 komentar:
Post a Comment