Ada beberapa hal yang membuat saya
bertanya-tanya selama ini, dan berikut ini adalah salah satunya. Yaitu penamaan
terhadap sebuah tempat. Dulu saat saya masih SD, ketika mengisi bio data pada
alamat tempat tinggal, saya dan teman-teman yang lain menulis alamat Mangkung
Daya. Agar lebih jelas, akan sayang terangkan apa itu Mangkung Daya.
Beberapa orang menjawab, Daye itu
kalau di Indonesiakan menjadi Daya, makanya ditulis Mangkung Daya. Pertanyaan
saya, kalau memang Daye yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah Utara,
kenapa tidak jadi Mangkung Utara saja, itu kalau memang di Indonesiakan. Dan hingga
saat ini saya belum menemukan jawaban yang memuaskan untuk hal ini, hanya
jawaban mungkin yang ada.
Melihat hal ini, saya jadi amat
bingung dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang banyak hal sepatutnya tidak
perlu di Indonesiakan malah di Indonesiakan dan menjadi aneh. Salah satunya dan
yang paling banyak kita jumpai adalah nama tempat. Bukan cuma di Indonesiakan,
bahkan sekarang ini ada beberapa tempat yang setelah berhasil di Indonesiakan
dilanjutkan lagi menjadi di Inggriskan.
Mungkin kalau di Indonesiakan
masih lumrah atau masih wajar, walaupun sebetulnya itu tidak harus. Tapi yang
amat saya pertanyakan adalah nama-nama tempat yang di Inggriskan. Berikut adalah
beberapa daftar list saya :
|
Dalam
Bahasa Indonesia
|
Dalam
Bahasa Inggris
|
|
Nusa Tenggara Barat
|
West Nusa Tenggara
|
|
Lombok Tengah
|
Lombok Centre
|
|
Nusa Tenggara Timur
|
East Nusa Tenggara
|
|
Jawa Timur
|
East Java
|
|
Jawa Tengah
|
Java Centre
|
|
Jawa Barat
|
West Java
|
|
dan masih banyak lagi
|
|
Padahal sudah jelas bahwa
pemerintah telah merilis nama-nama daerah tersebut seperti Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Barat dan lain sebagainya dalam bahasa Indonesia.
Pertanyaanya Lombok Tengah, Lombok
Timur, Lombok Barat dan lain sebagainya, kata Tengah, Timur dan Barat, ini
sebenarnya menunjukkan tempat atau nama. Mungkin kedua-duanya adalah jawabannya
yaitu menunjukkan tempat dan menunjukkan nama. Tapi kalau menurut saya lebih
condong ke menunjukkan nama.
Coba kita perhatikan, ketika seseorang
ditanya “Kamu dari mana ?” dimana
Timur, Tengah, Barat dan sebagainya itu menunjukkan tempat, maka semestinya
jawabannya adalah “Saya berasal dari
Lombok bagian tengah” atau “Saya
berasal dari Jawa bagian barat”. Lagi pula, kalau ditulis seharusnya Jawa
bagian barat, Jawa bagian Timur, Nusa bagian Tenggara Barat, Nusa bagian
Tenggara Timur dan seterusnya.
Berdasarkan analisis ego saya,
maka Timur, Tengah, Barat dan seluruhnya itu adalah merupakan bagian dari nama
yang dapat dijadikan petujuk lokasi, bukan lokasi atau tempat daerah tersebut
yang dijadikan nama. Sehingga, tidak perlu lah merubah kata-kata yang sudah
baku seperti Lombok Tengah ya tetap saja Lombok Tengah, bukan Lombok Centre.
Sekalipun kita berbicara dengan
orang bule, ataupun mengisi form internasional yang berkaitan dengan alamat,
kenapa harus dirubah-rubah.
Kiranya, itulah arti nasionalisme
yang sesungguhnya.
INDONESIA SEJATI, INDONESIA
SEUTUHNYA, SASAK TULEN.
0 komentar:
Post a Comment