Pertahankan pendapatmu, maka itulah prinsip.
Apapun yang terjadi, benar atau salah, menang atau kalah, pertahankan
pendapatmu, maka itulah prinsip. Tidak peduli siapa mereka, tutup mata dengan
siapa anda bicara, pertahankan pendapatmu, maka itulah prinsip.
Terimalah kekalahan sekalipun itu menyakitkan, maka itulah
jiwa kesatria.
Menang atau kalah itu adalah konsekuensi, benar atau salah itu juga
konsekuensi. Konsekuensi atas apa yang telah anda pilih dan apa yang telah anda
pertahankan. Terimalah itu, maka itulah jiwa kesatria, tidak malu kalah meski
itu menyaktikan.
Penuhi undanganmu sekalipun itu musuh, maka itulah cara
menghargai.
Bahkan berdosa seseorang yang tidak memenuhi undangan tanpa ada alasan yang
jelas, sekalipun musuh yang mengundang. Meski demikian, kebenaran dan
keselamatan adalah yang utama. Bukankah anda adalah orang yang berprinsip dan
berjiwa kesatria, maka kenapa harus diam apalagi mundur sekalipun musuh
mengundang.
Jadilah musuh yang berwibawa.
Tidak selamanya anda ini adalah orang benar, sekalipun anda adalah orang yang
benar tetapi dimata mereka yang salah anda adalah orang yang salah, maka anda
adalah musuh bagi mereka. Anda adalah musuh dari mereka, maka jadilah musuh
yang berwibawa. Muliakan tamu anda sekalipun ia adalah musuh anda.
Lindungi keluargamu, maka itulah cinta.
Setiap anda akan melindungi keluarga anda, ingin yang terbaik bagi mereka,
tidak peduli sekalipun nyawa jadi tamengnya. Demikianlah cinta, maka ia akan
mengalahkan semua rasa untuk melindungi keluarga, malu, wibawa dan lainnya akan
melebur menjadi watu untuk mewujudkan cinta.
Bahkan tidak cukup sampai disini, cerita ini masih terus akan berlanjut. Yang pasti ada akhir yang bahagia dan tidak bahagia. Maka hadapilah hidup ini, tegar, tegas dan senyum. Mungkin garis akhir kebahagiaan sedang mengunggu, maka bijaklah
0 komentar:
Post a Comment