Thursday, 10 September 2020

HIDUP


Pertahankan pendapatmu, maka itulah prinsip.
Apapun yang terjadi, benar atau salah, menang atau kalah, pertahankan pendapatmu, maka itulah prinsip. Tidak peduli siapa mereka, tutup mata dengan siapa anda bicara, pertahankan pendapatmu, maka itulah prinsip.


Terimalah kekalahan sekalipun itu menyakitkan, maka itulah jiwa kesatria.
Menang atau kalah itu adalah konsekuensi, benar atau salah itu juga konsekuensi. Konsekuensi atas apa yang telah anda pilih dan apa yang telah anda pertahankan. Terimalah itu, maka itulah jiwa kesatria, tidak malu kalah meski itu menyaktikan.

 

Penuhi undanganmu sekalipun itu musuh, maka itulah cara menghargai.
Bahkan berdosa seseorang yang tidak memenuhi undangan tanpa ada alasan yang jelas, sekalipun musuh yang mengundang. Meski demikian, kebenaran dan keselamatan adalah yang utama. Bukankah anda adalah orang yang berprinsip dan berjiwa kesatria, maka kenapa harus diam apalagi mundur sekalipun musuh mengundang.

 

Jadilah musuh yang berwibawa.
Tidak selamanya anda ini adalah orang benar, sekalipun anda adalah orang yang benar tetapi dimata mereka yang salah anda adalah orang yang salah, maka anda adalah musuh bagi mereka. Anda adalah musuh dari mereka, maka jadilah musuh yang berwibawa. Muliakan tamu anda sekalipun ia adalah musuh anda.

 

Lindungi keluargamu, maka itulah cinta.
Setiap anda akan melindungi keluarga anda, ingin yang terbaik bagi mereka, tidak peduli sekalipun nyawa jadi tamengnya. Demikianlah cinta, maka ia akan mengalahkan semua rasa untuk melindungi keluarga, malu, wibawa dan lainnya akan melebur menjadi watu untuk mewujudkan cinta.

 

Hidup masih ada cerita, maka lanjutkanlah.
Bahkan tidak cukup sampai disini, cerita ini masih terus akan berlanjut. Yang pasti ada akhir yang bahagia dan tidak bahagia. Maka hadapilah hidup ini, tegar, tegas dan senyum. Mungkin garis akhir kebahagiaan sedang mengunggu, maka bijaklah
Share:

0 komentar:

Post a Comment