Entah apa
sebabnya banyak orang yang tergila-gila ingin bekerja. Menjadi pegawai bukan
pilihan yang salah, tapi terkadang tidak mudah. Tidak hanya itu, menjadi
pegawai juga harus melewati serangkaian perjuangan diluar mencari info lowongan
kerja.
Pemerintah terus
didesak oleh rakyatnya untuk menyediakan lapangan kerja. Bahkan membawa tema
membuka lapangan kerja dalam sebuah kampanye pemerintahan adalah sesuatu hal
yang sangat diharapkan, entah itu nyata atau tidak nantinya. Akhirnya, banyak
kalangan, golongan, kelompok dan organisasi menuntut pemerintah menyediakan
lapangan kerja. Lepas dari itu, para sarjana muda hingga sarjana tua masih
menanti dan banyak menyindir dengan nada mengoreksi agar pemerintah segera
membuka lapangan kerja. Bawahan terus menuntut dan mencari cara agar bisa
diangkat menjadi pegawai atau dinaikkan jabatannya oleh atasan.
Namun mulai dari
sulitnya mendapat kerja hingga sulitnya naik pangkat atau naik gaji membuat
kata “Susah cari kerja” terlontar dengan indah dan ringannya dari mulut banyak
dari kita. Padahal tidak jarang kita mendengar sebuah perusahaan sedang
kekurangan tenanga, lembaga pemerintahan butuh lebih banyak SDM, atau masih
banyak tenaga ahli yang dibutuhkan.
Mereka masih saja
berfikir bahwa beberapa tahun kedepan tenaga ini dan tenaga itu akan sangat
banyak dibutuhkan. Tapi hal ini berbanding terbalik dengan beberapa tahun
berlalu sudah banyak dan semakin banyak pengangguran dinegeri kita tercinta.
Sebuah logika yang patut kita pertanyakan, jika memang ke depan lebih banyak
tenaga yang dibutuhkan, lalu kenapa penangguran terus meningkat, jika memang
banyak tenaga atau ahli yang dibutuhkan, lalu kenapa banyak orang pintar masih
menunggu panggilan.
Jika menanyakan
alasan, banyak alsan yang akan diungkapkan. Mulai dari kurangnya usaha pelamar,
tidak bisa lulus tes, tidak sesuai jurusan, bukan pekerjaan yang diinginkan dan
banyak sekali jawaban bodoh yang terkesan pintar. Intinya adalah anda belum
bisa diterima untuk bekerja. Ini jawaban mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
Yakinlah, bahwa
anda adalah orang pintar, orang cerdas dan orang hebat. Orang pintar tidak akan
mendapat bayaran sedikit, orang cerdas tidak akan ditempatkan pada kerja
serabutan meski memakai seragam kantoran. Terlalu murah kiranya anda menjual
kecerdasan dan kepintaran anda dengan dalil dari pada tidak ada kerjaan meski
jawaban ini terkesan benar.
Jawaban terbaik
untuk ini adalah usaha. Terlitilah dan jelilah, sebenarnya lapangan kerja sudah
terbuka lebar. Selanjutnya, mau tidak anda bekerja. Jadi pengusaha bukankah
bekerja juga. Ya, lapangan kerja terbuka lebar. Cerdaslah, peluang usaha masih
sangat banyak, masih sangat besar dan apapun yang anda ingin usahakan, itu
bukan sesuatu hal yang tidak musatahil.
Mulailah karena
banyak alasan untuk menunda pekerjaan anda sebagai pengusaha mulai dari alasan
paling dasar yaitu kurang atau tidak ada modal, tidak ada ide usaha, tidak bisa
menjalankan usaha tersebut dan masih banyak lagi alasan lainnya untuk tidak
memulai usaha anda.
Bukankah anda
orang pintar. Anda tidak membutuhkan orang lain untuk memikirkan apa yang harus
anda usahakan, bagaimana menjalankan usaha tersebut dan pengusaha yang hebat
adalah pengusaha yang tidak akan melihat modal sebagai kendala.
Sekali lagi
jelilah, cerdaslah, lebih banyak peluang usaha ketimbang peluang bekerja.
0 komentar:
Post a Comment