Wednesday, 10 February 2016

Cerdaslah, Lebih Banyak Peluang Usaha Ketimbang Kerja



Entah apa sebabnya banyak orang yang tergila-gila ingin bekerja. Menjadi pegawai bukan pilihan yang salah, tapi terkadang tidak mudah. Tidak hanya itu, menjadi pegawai juga harus melewati serangkaian perjuangan diluar mencari info lowongan kerja.
Pemerintah terus didesak oleh rakyatnya untuk menyediakan lapangan kerja. Bahkan membawa tema membuka lapangan kerja dalam sebuah kampanye pemerintahan adalah sesuatu hal yang sangat diharapkan, entah itu nyata atau tidak nantinya. Akhirnya, banyak kalangan, golongan, kelompok dan organisasi menuntut pemerintah menyediakan lapangan kerja. Lepas dari itu, para sarjana muda hingga sarjana tua masih menanti dan banyak menyindir dengan nada mengoreksi agar pemerintah segera membuka lapangan kerja. Bawahan terus menuntut dan mencari cara agar bisa diangkat menjadi pegawai atau dinaikkan jabatannya oleh atasan.

Namun mulai dari sulitnya mendapat kerja hingga sulitnya naik pangkat atau naik gaji membuat kata “Susah cari kerja” terlontar dengan indah dan ringannya dari mulut banyak dari kita. Padahal tidak jarang kita mendengar sebuah perusahaan sedang kekurangan tenanga, lembaga pemerintahan butuh lebih banyak SDM, atau masih banyak tenaga ahli yang dibutuhkan.
Mereka masih saja berfikir bahwa beberapa tahun kedepan tenaga ini dan tenaga itu akan sangat banyak dibutuhkan. Tapi hal ini berbanding terbalik dengan beberapa tahun berlalu sudah banyak dan semakin banyak pengangguran dinegeri kita tercinta. Sebuah logika yang patut kita pertanyakan, jika memang ke depan lebih banyak tenaga yang dibutuhkan, lalu kenapa penangguran terus meningkat, jika memang banyak tenaga atau ahli yang dibutuhkan, lalu kenapa banyak orang pintar masih menunggu panggilan.
Jika menanyakan alasan, banyak alsan yang akan diungkapkan. Mulai dari kurangnya usaha pelamar, tidak bisa lulus tes, tidak sesuai jurusan, bukan pekerjaan yang diinginkan dan banyak sekali jawaban bodoh yang terkesan pintar. Intinya adalah anda belum bisa diterima untuk bekerja. Ini jawaban mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
Yakinlah, bahwa anda adalah orang pintar, orang cerdas dan orang hebat. Orang pintar tidak akan mendapat bayaran sedikit, orang cerdas tidak akan ditempatkan pada kerja serabutan meski memakai seragam kantoran. Terlalu murah kiranya anda menjual kecerdasan dan kepintaran anda dengan dalil dari pada tidak ada kerjaan meski jawaban ini terkesan benar.
Jawaban terbaik untuk ini adalah usaha. Terlitilah dan jelilah, sebenarnya lapangan kerja sudah terbuka lebar. Selanjutnya, mau tidak anda bekerja. Jadi pengusaha bukankah bekerja juga. Ya, lapangan kerja terbuka lebar. Cerdaslah, peluang usaha masih sangat banyak, masih sangat besar dan apapun yang anda ingin usahakan, itu bukan sesuatu hal yang tidak musatahil.
Mulailah karena banyak alasan untuk menunda pekerjaan anda sebagai pengusaha mulai dari alasan paling dasar yaitu kurang atau tidak ada modal, tidak ada ide usaha, tidak bisa menjalankan usaha tersebut dan masih banyak lagi alasan lainnya untuk tidak memulai usaha anda.
Bukankah anda orang pintar. Anda tidak membutuhkan orang lain untuk memikirkan apa yang harus anda usahakan, bagaimana menjalankan usaha tersebut dan pengusaha yang hebat adalah pengusaha yang tidak akan melihat modal sebagai kendala.
Sekali lagi jelilah, cerdaslah, lebih banyak peluang usaha ketimbang peluang bekerja.
Share:

0 komentar:

Post a Comment