Thursday, 16 March 2023

Mediasosial dan Komenan Warganya

Media-media dengan jumlah pengikut yang tidak sedikit, baik itu media lokal maupun nasional, baik itu perorangan maupun team, sadar atau tidak mereka tentu memberi dampak yang tidak sedikit disetiap postingan atau threat yang mereka buat.

Media-media ini berawal dari media kecil, selalu memposting hal-hal yang menarik masa untuk like, komen hingga subscribe atau follow akun mereka. Kita pun sebagai pengikut media-media ini mendapat berbagai hal, baik itu insight positif, hingga tidak jarang ada yang adu komen seperti saling ngotot-ngototan.


Tak jarang terjadi perdebatan (sengit) dikolom komentar. Namun masalahnya adalah yang berdebat disini hanya sesama warga netijen, entah mereka mengaku lebih mengetahui tentang bahasan tersebut, atau merasa menjadi bagian dari bahasan yang diposting. Kadang kalau saya perhatikan, sangat minim respon dari pemilik akun.

Saya tidak mengerti bagaimana persaan media-media dengan postingan yang mereka buat. Entah mereka merasa berjasa karena memberi insight baru kepada warga netijen, atau adakah mereka merasa ikut terlibat karena membuat gaduh diantara warga netijen. Namun yang saya khawatirkan adalah kalau sampai mereka merasa tidak terlibat apabila komen warga netijen dipostingan mereka mulai menjurus ke heatspeech, lebih parah lagi mereka merasa senang dan membebaskan warga netijen komen, yang penting halaman mereka ramai, yang penting follower mereka bertambah, yang penting subscriber mereka naik, yang penting traffic mereka tinggi, yang artinya CUAN besar buat mereka.

Jika sampai hal ini terjadi, maka tentu warga netijen tidak lain dan tidak bukan hanyalah sebagai objek ladang cuan untuk mereka. Maka tentu dengan semakin senang dan semakin giat mereka akan membuat postingan-postingan yang dapat mengundang keramaian, termasuk apabila dengan perdebatan sekalipun menjurus kepada kegaduhan.

Sayangnya warga netijen tidak melihat diri mereka sebagai objek pasar, mereka lebih peduli tentang argumen mereka adalah benar, mereka lebih senang saat postingan membahas tentang hal-hal yang mereka sukai atau dukung.

Sebagai warga netijen yang baik, tentu salah satu peran kita adalah untuk mengawasi dan memberi kritikan dan saran terhadap media-media tersebut, agar selalu memperjuangkan kepentingan umum, bukan hanya yang penting halaman media ramai dan trafik mereka tinggi. Sebab bagaimana pun juga mereka (media-media) berada atau bermain di wilayah umum.

Sayang, kolom komentar belum dapat kita pergunakan dengan bijak. Malah kita jadikan sebagai tempat saling hujat yang bahkan bisa jadi media yang posting tidak peduli, sebab bagi mereka cuan lebih bergairah.

Apa sampai disini mereka masih merasa tidak terlibat diantara retaknya kerukunan warga netijen yang terjadi?

Share:

0 komentar:

Post a Comment